-->
fLWeAsNtTDyJ8LBwFzvbLJXLfZMxZVmQ7RFnAnMp

Ratu Kecantikan Myanmar Dicabut Gelarnya

Ratu Kecantikan Myanmar Dicabut Gelarnya - Setelah Aung San Suu Kyi Dicabut Gelar Kehormatannya kini giliran Ratu Kecantikan Myanmar Shwe Eain Si yang dilucuti mahkota ratunya lantaran melecehkan etnis Rohinya. Gelarnya dicopot gara-gara unggahan sebuah video dan komentar miringnya soal etnis minoritas muslim Rohingya di media sosial Facebook.

Ratu Kecantikan Myanmar Dicabut Gelarnya

Baca :
Aung San Suu Kyi Dicabut Gelar Kehormatannya

Dalam potongan video yang diunggahnya, Miss Grand Myanmar Shwe Eain Si ini menuduh militan Rohingya ARSA (Arakan Rohingya Salvation Army) dan para pendukungnya sengaja menggalang dukungan melalui media massa, sehingga terlihat mereka sebagai kaum tertindas padahal sang menebar teror.

Shwe Eain Si yang "berulah serupa" Biksu Ashin Witathu ini juga menyatakan bahwa pergerakan ARSA mirip kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menyerang siapapun tanpa ampun. Shwe memuji-muji tentara Myanmar yang dia anggap memburu kelompok militan, seolah tutup mata tentang sejumlah kesaksian yang menyatakan tentara Myanmar-lah pembantai etnis Rohingya.

Pada Minggu pekan lalu, perusahaan penyelenggara kontes kecantikan mengumumkan bahwa Shwe Eain Si telah kehilangan gelarnya karena melanggar peraturan kontrak. Pihak penyelenggara kontes juga menyebutkan bahwa Miss Grand Myanmar Shwe Eain Si telah gagal memproyeksikan citra kontestan kontes. Namun tidak menyinggung perihal unggahan videonya.

Tapi dalam sebuah balasan yang diposting di Facebook Selasa Shwe Eain Si mengatakan bahwa tuduhan tersebut "tidak beralasan" dan terkait dengan komentarnya terhadap Rohingya.

Baca juga :
Ashin Wirathu Sang Radikal Dan Pembuat Onar

Sumber :
Myanmar beauty queen Shwe Eain Si stripped of title ‘after posting Rohingya video’
Indianexpress.com › World
Artikel Terkait

Related Posts

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui. Baca lebih lanjut tentang Comment Policy
Buka Komentar

Post a comment