-->
fLWeAsNtTDyJ8LBwFzvbLJXLfZMxZVmQ7RFnAnMp
Mengatasi Nyeri Haid Dengan Olahraga - Berawal dari melihat maitua nyeri kepala sambil pepelegkingan di dapur memegang perut selagi melaksanakan tugas negaranya tadi pagi di DPR (dapur=red). Katanya sieh nyeri haid, penyakit rutin ketika datang bulan. Beda yach, seorang suami kalau datang bulan yang nyeri malah segala sendi persendian...,semisal sendi dompet (:P).

Mengatasi Nyeri Haid Dengan Olahraga

Sebagian dari ibu-ibu tua ataupun ibu-ibu muda, wanita, perempuan dan remaja putri sering mengalami sakit kepala ataupun mual-mual ketika datang bulan ataupun haid. Menurut dokter ahli yang biasa tangani maitua, ternyata hal ini dapat diatasi dengan rutin berolahraga secara teratur. Dengan berolahraga minimal tiga kali seminggu selama 30 menit setiap kalinya, kira-kira dapat menghasilkan hormon-hormon yang nantinya yang dapat mengurangi rasa nyeri saat haid.

Hormon Prostaglandin adalah hormon yang menyebabkan nyeri pada saat haid, kram perut misalnya. Untuk melawan hormon ini seorang wanita memerlukan hormon pelawan yakni hormon Endorfin yakni hormon penimbul efek ceria, hepi, emosi stabil. Hormon Endorfin ini dapat dihasilkan dari rutinnya berolahraga secara teratur dalam kata lain butuh akumulasi waktu tidak bisa begitu saja dihasilkan dari olahraga instant (begitu nyeri baru olahraga).

Lakukan olahraga yang sifatnya aerobik atau kardio atau yang dapat meningkatkan hard read atau denyut nadi seperti lari, berenang, atau zumba. Saat datang bulan beberapa olahraga mungkin tidak nyaman bahkan bisa jadi mengakibatkan konraksi perut, jika hal tsb. terjadi jangan berhenti namun lanjutkan dengan olahraga yang lebih ringan seperti yoga ataupun jalan cepat.

Jika nyeri haid dengan memodifikasi gaya hidup berolahraga masih terasa, obat bisa jadi menjadi pilihan terakhir.
Artikel Terkait

Related Posts

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui. Baca lebih lanjut tentang Comment Policy
Buka Komentar