-->
fLWeAsNtTDyJ8LBwFzvbLJXLfZMxZVmQ7RFnAnMp
Tips Menggunakan HT (Handy Taky) Yang Baik dan Benar - Tips Ini Sebaiknya Anda Lalukan Ketika Menggunakan atau mengoperasikan perangkat Handy Talky. Karena komunikasi yang sukses adalah komunikasi yang bisa dipahami oleh kedua belah pihak. Tapi disamping kesuksesan komunikasi itu jangan lupa juga bahwa penggunaan radio ilegal atau penyalahgunaan pectrum frekuensi radio tanpa izin akan diancam dengan hukuman pidana sesuai peraturan perundang-undangan telekomunikasi di Indonesia.

Tips Menggunakan HT Yang Baik dan Benar

Rekan blog Rapi Serui juga handai-taulan yang belum tahu bagaimana Tata Cara Berkomunikasi Radio silahkan dibaca dulu link tadi diatas agar kita tidak gagal paham. Biasakan membaca pelan, alias jangan teriak-teriak, dibaca sampai habis dan tentunya dipahami.

Radio Handy Talky atau HT ini oleh kebanyakan orang dalam pengoperasiannya sering digunakan sebagai sarana komunikasi di acara-acara adventure, hiking, atau kegiatan di gedung-gedung lainnya. Suksesnya acara-acara ini tidak lepas dari komunikasi para pengurusnya dilapangan. Dengan radio HT ini komunikasi dilakukan karena cukup efektif dan murah. 

Namun perhatikan cara-cara berkomunikasi yang baik dan benar dilapangan agar bisa menunjang kesuksesaan acara-acara tadi. Berikut adalah Tips Menggunakan HT Yang Baik dan Benar;

1. Tempatkan HT Pada Penerimaan Terbaik
Saat kita diberi kesempatan memegang HT dalam kegiatan atau acara-acara tadi diatas maka posisikan HT anda tersebut pada posisi dimana HT bisa baik menerima signal dari lawan bicara anda. Seperti di posisi pundak, anda bisa mencantelkan pada list lengan baju anda, namun baiknya HT menggunakan Extra Mic agar ketika kita membalas komunikasi lawan bicara kita tidak terlalu ribet.

2. Perhatikan Jarak antara Mulut dan Microphone HT
Jarak ideal ketika kita mau berbicara menggunakan HT adalah sekitar 5-10 Cm. Bila ribet harus mengukur, maka perkirakan saja jaraknya sebesar kepalan tangan. Pastikan juga posisi antena HT tegak berdiri keatas. Berbicara dengan lantang namun jangan terlalu keras (berteriak).

3.Saat Berbicara Tekan (PTT) Push to Talk Button
Komunikasi yang terjalin dua arah, terjadi pada waktu yang sesungguhnya, bersifat one-to-one atau one-to many komunikator. Artinya ketika kita mau berbicara harus menenkan tombol PTT atau Push To Talk (Tekan dan Bicara). Nach ini yang penting karena di  HT terdapat delay dalam berkomunikasi dengan lawan bicara kita, maka ketika kita menekan tombol PTT sebaiknya tekan dan tahan selama 2 detik baru bicara.

Contoh saat saya memanggil teman: "Dsini JZ27KRN membutuhkan JZ27HBS, apakah HBS on pada frekuensi?" Sementara saya terlambat menekan PTT, yang smpai pada teman kita cuma sepenggal kalimat"----- on pada frekunsi".

4. Lakukan Panggilan Dengan Benar
Saat kita melakukan panggilan kepada lawan bicara kita, baiknya sebutkan nama panggil anda. Contohnya sudah saya tulis pada point 3.  Kenapa, kadang lawan bicara kita tidak mengenal suara kita atau bahkan suara kita hampir sama dengan rekan-rekan lainnya, jadi agak bingun lawan bicara kita menebak siapa yang memanggil. ALhasil dan bisa jadi lawan bicara kita tidak mau merespon panggilan kita.
Artikel Terkait
Endang Aep Saefulah
Radio and Electronics it's my life

Related Posts

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui. Baca lebih lanjut tentang Comment Policy
Buka Komentar

Post a comment