-->
fLWeAsNtTDyJ8LBwFzvbLJXLfZMxZVmQ7RFnAnMp
Apa Itu Resistor - Kita yang gelap akan dunia elektronika ini hanya bisa menikmati gambar televisi yang utuh tanpa gangguan. Hanya bisa menikmati indahnya suara musik yang dihantarkan perangkat Ampli Hifi kita. Padahal dibalik itu semua pada setiap perangkat-perangkat tsb.diatas ada sosok yang berperan sangat penting dalam menjaga ketahan arus dan tegangannya. Sosok itu adalah Resistor.
Apa Itu Resistor
Televisi bisa menghasilkan gambar dengan tegak berdiri karena adanya rangkaian singkronisasi, yang didalamnya terdapat resistor, transistor dan komponen lainnya. Sementara amplifier yang menghasilkan bunyi Bass dan Treable dengan kualitas Hi-fi karena adanya tone control yang didalamnya ada resistor dan komponen penunjang lainnya.

Lalu Apa Resistor itu?
Bagaimana pula Cara Praktis Menghitung Nilai (Value) Resistor ini ?
Resistor adalah sebuah komponen listrik pasif dengan fungsi utama sebagai pembatas aliran arus listrik. Simbol Resistor dalam sebuah rangkaian digambarkan dengan garis zigzag untuk Standar Amerika, sedangkan Standar Internasional digambarkan dengan kotak memanjang dengan kaki diujungnya.
Resistor Itu Apa
Cara kerja sebuah Resistor kita analogikan pada hidran saluran air. Jika kerannya kita buka penuh maka air yang mengalir akan banyak, begitu pula kalau keran kita buka hanya separuhnya, maka air yang mengalir akan setengah kapasitas hidran saluran tsb. Hal ini mirip dengan arus listrik pada Resistor ini. 

Perbedaan yang menyebabkan air mengalir dapat kita bandingkan dengan perbedaan tegangan yang menyebabkan aliran arus listrik. Jika kita menciptakan hambatan dalam aliran air dengan keran yang kita pakai,maka kita juga bisa membuat hambatan lebih sempit untuk sebuah Resistor ini.

Resistor memiliki resistansi lebih tinggi daripada kabel penghubungnya, hal ini dapat menyebabkan berkurangnya arus listrik yang sampai pada sebuah rangkaian. Resistansi ini dijelaskan secara terperinci oleh hukum Ohm.
Ohm's Law adalah ilmuwan Jerman

Ohm's Law adalah ilmuwan Jerman yang tahun 1827 ia menyebutkan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan tegangan yang diterapkan kepadanya atau artinya hambatan listrik sama dengan tegangan yang dibagi.

Kelebihan arus dalam Hukum Ohm ini menolak tegangan dalam Volt dan Arus masuk. Kita bisa membuat praktek tentang Hukum Ohm ini pada sebuah resistor yang terhubung dengan baterai. Sumber menyebabkan arus yang dibatasi oleh Resisitor. Kita contohkan sumber tegang 2 Volt, dan saya ingin ada arus yang mengalir dalam rangkaian ini sekitar 4 Ampere. Jadi berapa hambatan yang saya butuhkan dalam contoh ini?
Contoh Aplikasi Hukum Ohm
Menurut Hukum Ohm hambatannya sama dengan tegangan yang dibagi ampere, jadi kalau kita melihat rumus diatas maka 2V lebih besar dari 4A = (2/4) atau 2 dibagi 4) maka didapat nilai 0,5. Jadi nilai Resistansi yang saya butuhkan adalah 0,5 Ohm.

Kita juga dapat membuat prkatek sederhana lagi dengan 1 buah lampu LED, Resistor dan Baterai. Baterai yang kita punya adalah 9V, sedangkan lampu LED memiliki arus maksimun hanya 30mA. Berapakah nilai Resistor yang kita butuhkan untuk menyalakan lampu LED tersebut, karena kalau kita sambung langsung ke baterai tanpa hambatan jelas lampu LED tsb.akan terbakar.
Percobaan Dengan Lampu LED
Dalam kasus ini kita pun akan mencari nilai hambatan dengan tetap menggunakan Hukum Ohm yakni resistansi sama dengan tegangan dibagi arus ( R=V/A),yang berarti 9Volt dibagi 0,03Ampere jadi berjumlah 300 Ohm.

Jenis atau Tipe Resistor

Pada umumnya Resistor dapat diklasifikasikan menjadi beberapa Jenis atau Tipe Resistor. Pada aplikasi rangkaian elektronika pun kadang kita tidak hanya menggunakan satu jenis resistor saja. Pada rangkaian power suplly atau tone control kita seringkali banyak menggunakan resistor variable ( potensiometer). Meski demikian karakteristik dan kontruksi resistor tetap memiliki tahanan yang konstant.
Jenis Resistor

Jenis Resistor terbagi menjadi Fixed Resistor, Variable Resistor, Thermistor dan LDR (Light Dependent Resistor). Ini merupakan tipe yang umum ketika kita membicarakan resistor. Fixed Resistor adalah resistor tetap, dimana dalam penggunaannya kita seringkali menggunakan resistor film karbon. Resisitor tetap dikemas dalam balutan Axial dan SMD.

Variable Resistor adalah resistor yang nilai resistansinya dapat disesuaikan dengan gerakan mekanis ketika kita menggunakannya sebagai pembagi tegangan variable. Disebut Potensiometer ketika ia digunakan sebagai perlawanan variable atau rheostat.

Jenis ketiga atau Resistor Thermistor adalah resistor yang memiliki resistansi yang berbeda-beda yang punya tergantung nilai pada kuantitas fisik seperti suhu cahaya atau pada tegangan mereka. Rsesistor jenis thermistor ini seringkali kita gunakan dalam alat ukur gangguan (rangkaian sensor)

Kita pun mengenal Tipe Resistor dilihat dari bahan dan kontruksi mereka ini, seperti tipe Wirewound, Carbon Composition, Carbon Film, Metal Film, Metal Oxide Film, dan tipe Foil.
Artikel Terkait
Endang Aep Saefulah
Radio and Electronics it's my life

Related Posts

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui. Baca lebih lanjut tentang Comment Policy
Buka Komentar

Post a comment