-->
fLWeAsNtTDyJ8LBwFzvbLJXLfZMxZVmQ7RFnAnMp
Cara Membaca Skema Elektronik (Skematik Elektronika)  - Tuser yang sholeh juga jujur adalah tuser yang bisa membaca skema elektronik, disamping fasih membaca Al-Qur;an. Skema Elektronik (Skematik Elektronika) atau Schematic Diagram, adalah gambar yang wewakili elemen-elemen suatu sistem perangkat elektronika secara abstrak, simbol grafis daripada bentuk aslinya.

Cara Membaca Skema Elektronik (Skematik Elektronika)

Scematic Diagram diperlukan ketika kita sedang merancang, membangun, atau memperbaiki sebuah peralatan elektronika. Dengan adanya skema elektronik ini bisa mempermudah mencari titik mana saja yang bermasalah (kerusakan) dari sebuah perangkat elektronika yang lagi kita perbaiki tersebut. Ketika kita dihadapkan pada gambar abstark tadi maka otomatis kita perlu memahami simbol-simbol elektronika, juga kode-kede berupa huruf (angka) yang terdapat pada skema tsb.

Di Web Rapi Serui ini memang belum bisa dikatakan komplit untuk artikel yang mengangkat tema simbol-simbol elektronika ini. Jadi anda harus berusaha sendiri untuk mengetahui juga memahami simbol atau kode elektronika guna mempermudah pembacaan skematik elektronika ini. Banyak bertebaran di Google koq, yang penting kita enjoy berselencar dan berkemauan keras untuk bisa alias mahir elektronika.

Simbol-Simbol Elektronika

Ketika dalam sebuah perangkat elektronika terdapat kerusakan, kita contohkan pada pesawat televisi misalnya. Pembacaan di papan sirkuit (PCB) bahwa R1 didapati sebuah Resistor yang angus alias gosong terbakar sehingga R tsb.susah dikenali. Kita buka skematik diagram televisi tsb.

lalu lihat berapa nilai R1 itu. Namun tentu gambar yang terdapat di Skema tidak akan sama dengan wujud Resistor aslinya. Resistor ini di simbolkan dengan bentuk garis zigzag (gerigi) ada juga simbol persegi empat yang memanjang (silahkan lihat gambar diatas).

Pada Skematik diagram tak cuma terdapat simbol simbol komponen elektronik, namun terdapat juga kode kode huruf. Semisal untuk Transistor mempunyai kode huruf TR, resistor dengan kode huruf R, capasitor dengan kode huruf C, dioda dengan huruf D, skering dengan huruf (fuse) dan banyak lagi kode huruf untuk komponen elektronik lainnya.

Ketika saya mengatakan bahwa mahir elektronika itu tak mesti melulu harus melalui jalur pendidikan formal, karena lewat belajar otodidak pun segalanya menjadi mungkin. Yang penting ada usaha keras terutama membaca, juga timbulkan keuletan dalam diri untuk mempraktekan apa yang sudah kita baca dengan teorinya. Ingat kawan, tak ada yang susah di negeri ini, kecuali malas belajar !

- Cara Belajar Elektronika Otodidak
Artikel Terkait
Endang Aep Saefulah
Radio and Electronics it's my life

Related Posts

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui. Baca lebih lanjut tentang Comment Policy
Buka Komentar