-->
fLWeAsNtTDyJ8LBwFzvbLJXLfZMxZVmQ7RFnAnMp
Mengenal Transistor dan Prinsip Kerjanya - Kebetulan di blog Rapi Serui ini perbendaharaan artikel mengenai hingar-bingar dunia elektronika ini masih sedikit. Maka pada kesempatan pagi ini saya berniat memperkaya Label blog Elektronika dengan tema Pengenalan Dasar Komponen Elektronika, salah satunya Transistor ini. Apa itu Transistor dan bagaimana Prinsip Kerja Transistor ini ?

Mengenal Transistor dan Prinsip Kerjanya

Penemuan Transistor dengan teknologinya begitu banyak merevolusi kehidupan manusia jauh bila dibanding dengan teknologi lain. Transistor telah membawa kita ke era informasi dan digital. Saat ini kita lihat di jantung komputer atau gadget yang kita punya terdapat sebuah prosesor yang didalamnya terdiri dari jutaan bahkan milyaran Transistor.

Era jadul, yakni era sebelum Transistor dikembangkan produk elektronika hanya mengandalkan tabung vacum. Transistor dikembangkan oleh tiga ilmuwan yakni John Bardeen,William Bradford Shockley dan Walter Houser Brattain di TT&T Bell Labs Elektronika Amerika pada tahun 1947.

Transistor adalah komponen semikonduktor, artinya transistor ini bisa menjadi konduktor dan bisa menjadi isolator. Fungsi mendasar dari Transistor cukup sederhana yakni hanya sebagai switch atau saklar. Namun saklar ini memiliki kecepatan yang sangat tinggi, bisa ON atau OFF dalam sepersekian juta kali per detiknya.

Transistor juga bisa memperkuat sinyal yang lemah, bahkan Amplifikasi bisa menjadi sebuah dasar transistor. Untuk memahami cara kerja Transisitor kita harus memahami secara jelas  mengenai apa yang terjadi pada level elektron dari komponen yang lebih mendasar yakni DIODA.

Sebuah dioda terbentuk ketika kita menyebut satu bagian dari silicon dengan sebutan Tipe-P dan bagian lainnya sebagai Tipe-N. Sesuatu terjadi dengan sangat menarik dibagian batas sambungan N dan P tsb. Elktron yang melimpah disisi N yang memiliki kecenderungan alami untuk bermigrasi ke lubang yang tersedia disisi P. Ini akan membuat batas sisi P sedikit bermuatan negatip dan sisi N sedikit bermuatan Positip. Medan listrik yang dihasilkan akan menentang migrasi elektron lebih lanjut.

Kebiasaan kita kalau pagi hari adalah bersih-bersih diri di WC. Prinsip Kerja Transistor ini kita ibaratkan/gambarkan saja pada sebuah keran air bak yang ada di wc kita. Colektor adalah sumber air, sementara Basis adalah Saklar, dan Emitor adalah saluran pembuangan air. Bila kaki Basis atau Saklar keran kita putar pada posisi (membuka) maka air akan memenuhi bak, begitu juga sebaliknya bila keran kita putar pada posisi menutup, maka air akan berhenti mengalir.

Prinsip Kerja Transistor telah kita gambarkan secara sederhana pada keran air bak mandi tadi diatas. Lalu kita sekarang akan melihat Jenis Transistor. Paling umum dan sering kita jumpai adalah Transistor Jenis BJT (Bipolar Junction Transistor) dan FET (Field Effect Transistor).

Pada pengenalan lebih dekat lagi dengan transistor ini kita bahas dulu Transistor BJT, karena saya yakin pembahasan Transistor secara detail akan memakan banyak waktu, tempat dan tenaga.

Jenis Transistor

Bipolar Junction Transistor atau Transistor yang sering kita gunakan pada rangkaian-rangkaian elektronika sederhana pada umumnya mempunyai 3 kaki yakni Basis - Kolektor -Emitor. Transistor BJT ini dibagian lagi menjadi 2 Tipe yakni Transistor tipe PNP dan PNP. Kateori Transistor PNP artinya transistor yang punya kaki bermuatan Positip-Negatip-Positip. Tipe Transistor NPN adalah kebalikan PNP yang berarti kaki-kakinya bermuatan arus Negatip-Positip-Negatip.

Jenis Transistor PNP adalah transistor yang Basis-nya adalah Positip, Colector-nya Negatip dan Emitor-nya Negatip atau B=+ C=- dan E=+. Lalu Jenis Transistor NPN bisa kita gambarkan kaki Basis=- Colektor=+ dan Emitor=-. Penggunaan jenis-jenis Transistor ini tergantung pada aplikasi yang kta terapkan. Pada Transistor NPN arus masuk pada kaki Basis yang mengontrol transistor. Sementara pada Transistor PNP yang mengontrol adalah arus keluar pada kaki Basis-nya.

Pada Transistor PNP kaki Colector adalah yang menerima arus, sementara kaki Emitor adalah arus yang keluar dan tentunya kontrolnya kaki Basis (analoginya pada keran bak mandi saja yang gampang dan mudah dimengerti).

Standar Urutan Kaki Transistor

Perlu diingat bahwa pada masing-masing kaki transistor ini memiliki nilai tegangan juga nilai arus. Jadi bila kita mau mengganti transistor dengan persamaannya maka baca dulu datasheet-nya sebelum digunakan. Perlu diperhatikan juga kaki-kaki transistor-nya, karena kadang Transistor-transistor ini tidak semuanya berkaki tengah Basis. Ada standar baku untuk hal ini, satandar Amerika, Japan dan Eropa.

Karena banyak dipegang atau karena sesuatu sebab nomer transistor terhapus. Lalu dalam praktek sehari-hari adakalanya kita jumpai nomer transistor tapi tidak mengetahui jenis transistor itu, apa NPN atau PNP.

Dengan Pengenalan Dasar Transistor ini diharapkan kita dengan mudah memahami transistor, hingga kita mampu mengukur dan menentukan sendiri jenis transistor meskipun nomer dan jenis transistor tanpa kita ketahui sebelumnya.

Artikel Terkait
Endang Aep Saefulah
Radio and Electronics it's my life

Related Posts

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui. Baca lebih lanjut tentang Comment Policy
Buka Komentar

Post a comment