fLWeAsNtTDyJ8LBwFzvbLJXLfZMxZVmQ7RFnAnMp
Pola Asuh Anak Yang Sudah Tidak Relevan Dengan Zaman - Secara tidak sengaja (ide) postingan ini lahir dari sebuah film sinetron televisi swasta Indonesia. Dalam meenyikapi pandemi corona atas program pemerintah untuk tetap #dirumah_saja membawa remote teleisi saya pada satu channel sinetron yakni Sinetron Azab.

Pola Asuh Anak Yang Sudah Tidak Relevan Dengan Zaman

Dimana jalannya cerita dari sinetron Azab ini menceritakan seorang ayah yang terlalu konsumtif dalam mendidik anaknya, setiap kebutuhan sang anak dari lahir hingga dewasa dicatatnya. Ketika si anak sudah bisa bekerja maka biaya hidup si anak dari bayi hingga dewasa tsb.harus dibayar....., pola asuh anak yang memang terlaluuuuuu !

Ya Gan, kita meyakininya bahwa setiap ayah atau orang tua pasti memiliki caranya tersendiri dalam merawat, mendidik dan membesarkan anak-anaknya. Orang tua kita melakukan cara pola asuh anak terbaik dalam membesarkan kita, hingga ketika kita dewasa ajaran atau paham orang tua kita tsb. bisa kita rasakan kebaikannya pada saat ini.

Tentunya dari pola asuh anak terbaik yang telah diberikan oleh orang tua kita membawa kita pada jenjang kesuksesan saat ini. Sebelum melanjutkan, saya minta izin untuk bertanya terlebih dahulu, apakah kita sebagai orang tua ingin anak-anak kita di masa depannya sukses ? Ciri masa depan anak yang sukses bisa anda baca pada Tanda-tanda atau Sipat-sipat Anak Yang Sukses di Masa Depan.

Pada era milenial sekarang ini Cara Pola Asuh Anak Terbaik yang telah diterapkan pada diri kita bisa jadi sudah tidak relevan lagi untuk dilakukan pada anak-anak kita sekarang ini. Bisa saja pola asuh yang baik tsb.pada saat lampau itu menjadi satu kesalahan bagi pertumbuhan anak kita. Jelas kita harus bisa mengikuti zaman. Agar kesalahan yang telah kita lakukan sekarang sebagai orang tua tidak kita sesali di kemudian hari.

Berikut adalah point kesalahan dari pola asuh anak yang harus kita hindari;

1. Terlalu Sering Memarahi Anak Kita
Sudah menjadi kewajiban juga kewajaran kita sebagai orang tuanya untuk menegur anak ketika anak kita melakukan kesalahan. Namun kadang ada orang tua yang keterlaluan dalam hal ini, sau kesalahan anak selalu ditambahkan dengan kesalahan-kesalahan kecil lainnya. Beberapa orang tua meyakini bahwa semakin tinggi harapan mereka kepada anaknya, semakin sukses juga anak tsb.nantinya.

Namun di era milenial ini hal iu tak akan berlaku, memarahi anak untuk setiap kesalahan kecil bisa menyebabkan masalah pada prilaku. Bertindak bijak ketika anak kita mendapatkan nilai jelek di sekolahnya, jangan lantas marah besar hingga gelas dan piring beterbangan. Ingat bahwa bersikap terlalu keras bisa mengakibatkan kerugian besar yaitu berdampak pada hubungan yang buruk dengan anak kita nantinya. Itu itu "hukum" anak kita untuk bagian kesalahan yang sangat penting saja.

2. Jangan Melewatkan Momen Terpenting dalam Hidup Anak Kita
Tentu saja setiap orang tua mempunyai komitmen yang beragam, namun ketika melakukan semuanya bukan hal yang gampang. Namun perlu diingat bahwa anak-anak kita perlu kebersamaan bersama orang tuanya. Ada peristiwa yang mungkin kita anggap sepele bagi orang dewasa akan tetapi akan sangat berarti bagi anak-anak, mereka perlu orang-orang terdekat pada saat kondisi seperti ini.

Mungkin kita sebagai orang tua punya alasan tersendiri untuk melewatkan pada acara anak di sekolahnya, namun please cari waktu untuk bisa hadir. Biasakan cari waktu untuk mengunjungi kerabat, nenek atau pergi ke tempat-tempat yang anak kita sukai. Ikatan dengan anak kita akan semakin kuat dengan menciptakan memori kebersamaan.

3. Tidak Melakukan Permainan Yang Kreatif
Melakukan permainan yang kreatif tidak serta merta menjadikan anak kita sebagai seorang politikus atau sejarawan di masa depan. Tapi melakukan permainan pada kondisi ini akan selalu ada kesempatan untuk menciptakan suasana baik.

Aktifitas apapun seperti bermain playstation, menggambar atau bermain imah-imahan akan berdampak postip terhadap perkembangan keceerdasan, imajinasi dan meningkatkan kosakata mereka. Ada hal penting yang harus kita ingat bahwa jika anak kita terlibat dalam berbagai kegiatan, maka kita sebagai orang tua akan mudah mencari tahu minat dan bakat anak kita.

4. Tidak Cukup Mengambil Foto atau Video
Kalaupun tidak sempat kita lakukan, maka sesi ini tidak akan berdampak buruk pada kehidupan sang buah hati, namun inilah cara terbaik kita sebagai orang tuanya untuk bisa mengabadikan momen menakjubkan yang tidak ingin terlupakan.

Pada saat anak kita dewasa dan meninggalkan rumah, foto atau video ini akan selalu ada sebagai pengingat bahwa mereka sudah tumbuh dewasa. Selain itu melihat foto atau video bersama anak yang telah dewasa memungkinkan kita mengingat semua kejadian penting yang pernah terjadi juga kenangan indah bersama mereka.

Dari semua sesi ini kita bisa menarik kesimpulan bahwa apapun dan bagaimanapun itu Cara Pola Asuh Anak bila kita sebagai orang tua tidak mau terbentur pada masalah kepatuhan anak, alangkah baiknya kita membiasakan juga mencontohkan kedisiplinan untuk mematuhi aturan kita sendiri. Karena buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya !
Related Posts
Endang Aep Saefulah
Radio and Electronics it's my life

Related Posts

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui. Baca lebih lanjut tentang Comment Policy
Buka Komentar